HUKUM CAMPUR BAUR LAKI LAKI DAN PEREMPUAN

Ikhtilat (campur baur pria wanita) adalah adanya pertemuan (ijtima’) dan interaksi (ittishal) antara pria dan wanita di satu tempat. (Sa’id Al Qahthani, Al Ikhtilath Baina Ar Rijal wa An Nisaa`, hlm. 7).

melalui Ikhtilat (Campur Baur) Pria dan Wanita — Baitul Khair

Advertisements

MwMaulidanﻣﺤﻤﺪ ﻭﻳﻠﺪﺍﻥ ﻣﺎﻭﻟﻴﺪﺍﻥ

ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻳﻠﺪﺍﻥ ﻣﺎﻭﻟﻴﺪﺍﻥ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺟﻮﻧﺪﺍﻥ

 

THE FIRST (Sholawat to prophet MUHAMMAD SAW)

‏ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ | ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﻠﺎﺋﻜﺘﻪ ﻳﺼﻠﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﺻﻠﻮﺍﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻤﻮﺍ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎ | ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ
ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻳﻠﺪﺍﻥ ﻣﺎﻭﻟﻴﺪﺍﻥ

 (MwMaulidan born august 3, 1998) is a indonesian islam writer / islam blogger / Qaries 

Spelled Muhammad Willdan Maulidan is an indonesian Qari / islam writer or reciter of Quran and Hafiz from Bogorindonesia.

MwMaulidan was introduced to Qur’an recitation by his uncle. Ustadz abdurrahman.

MwMaulidan ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻳﻠﺪﺍﻥ ﻣﺎﻭﻟﻴﺪﺍﻥ

MwMaulidan in 2017     

       Born : ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻳﻠﺪﺍﻥ ﻣﺎﻭﻟﻴﺪﺍﻥ august 3, 1998 (age 19)                                 indonesia

       Occupation :  islam writer / Blogger / Qaries

       Years active : 2016-present

       Home town : indonesia

       Parent (s) : –

       Websitehttps://twitter.com/MwMaulidan

He is known to have a myriad of achievements related to Quran reading competitions. In 2013 he achieved the first place in the Quran Reciting Competition (“MTQ“) of Jawa barat province, and after that winning in 2014 and 2015 representing

Jawa barat province in the national level of Quran Reciting Competition in Indonesia. In 2016 and 2017 he won the International level Quran Reciting Competition, and because of his achievements, he was invited to recite in Masjid Nurul Huda AsSyifa

New york , National Palace of Malaysiaand until the

Middle East .

He was invited by London to recite the Holy Quran in 2010. He was also invited to recite in Turkey (IGMG Aileler Günü ) 

Travels overseas

MwMaulidan has traveled around the world participating in annual Quran competitions. He was the champion of the 2008 International Quran Recital Competition in Malimping and 2009
International Holy Quran Competition in cibadak . In 2009, he was invited to Lengis to recite in the International Mehfil HusneQirat Jamia Binoria and other events in the country including reciting in the Faisal Mosque of IslamabadPakistan in February 2009. He also participated in the 9th Annual HifzNaazira & Qiraatul Quran competition which was held by the Islamic Foundation of TorontoCanada and was given the Guest Award in 2014. 

Connect with us at MwMaulidan :

Website: http://www.officialmwmaulidan.wordpress.com

Facebook: http://www.facebook.com/officialmwmaulidan

Twitter: http://www.twitter.com/MwMaulidan

Instagram: http://www.instagram.com/officialmwmaulidan

Email: mwmaulidanofficial@gmail.com

AZAB BAGI PEREMPUAN,YANG MEMBUKA AURAT (DI DUNIA, APALAGI DI AKHIRAT)

Penulis : MwMaulidan-,  sumber : all media-,

                          Assalamualaikum wr wb

  • BERJILBAB 
  • HUKUMAN DAN AZAB 


  1. Agama Islam, agama yang memuliakan manusia. Peemuliaan itu tercermin dalam seluruh ajaran-ajarannya. Diantara contoh kecilnya adalah perintah menutup aurat, yang disebutkan oleh Allâh Azza wa Jalla sebagai tindakan menghias diri. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

Wahai anak cucu Adam, pakailah perhiasan kalian pada setiap (memasuki) masjid ! [al-A’râf/7:31]

Yang dimaksud dengan ‘perhiasan’ dalam ayat ini adalah pakaian yang menutupi aurat, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbâs Radhiyallahu anhu, Mujâhid rahimahullah dan yang lainnya.[1]

Sungguh pakaian merupakan penghias bagi manusia. Ia juga merupakan tanda kemajuan sebuah peradaban, tingginya kemuliaan serta lambang kesopanan. Sebaliknya ‘tak berpakaian’ merupakan salah satu indikasi budaya masyarakat primitif, tanda kehinaan serta merosotnya derajat manusia hingga serendah hewan atau bahkan lebih hina darinya.
 Oleh karenanya, setan selalu menggoda manusia agar menanggalkan pakaian, penutup auratnya, sementara Allâh Azza wa Jalla mewanti-wanti agar manusia tidak tertipu dengan godaan syaitan. Renungkanlah firman-Nya :

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا

Wahai anak cucu Adam ! Janganlah kalian tertipu oleh setan ! sebagaimana dia telah mengeluarkan ibu bapak kalian dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. [al-A’râf/7:27]

Dan disamping Islam memberikan perintah menutup aurat, Islam juga mengeluarkan larangan membuka aurat, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنَّا نُهِيْنَا أَنْ تُرَى عَوْرَاتُنَا

Sesungguhnya kami dilarang bila aurat kami terlihat.[2]

Dari uraian diatas, kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa Islam memerintahkan menutup aurat, dan melarang mengumbarnya. Dan yang perlu dicamkan yaitu tidaklah Islam memerintahkan sesuatu melainkan pasti ada bahaya bila perintah itu ditinggalkan, sebaliknya Islam tidak akan melarang dari sesuatu melainkan karena ada bahaya bila dilakukan.

Begitu pula dalam tindakan mengumbar aurat atau tidak menutupnya, terdapat banyak sekali bahaya yang ditimbulkannya, baik bahaya yang dirasakan di dunia ini maupun bahaya yang akan dirasakan di akhirat nanti, baik bahaya tersebut hanya berdampak pada individu pelakunya atau bahaya menjalar ke anggota masyarakat luas.

Diantara bahaya-bahaya tersebut adalah sebagai berikut :

1. Kanker Kulit Melanoma

Sebuah majalah kesehatan dari Inggris menyebutkan, bahwa kanker mematikan ‘melanoma’ yang merupakan jenis kanker yang dulu paling jarang ditemukan, sekarang jumlahnya terus bertambah di kalangan pemudi pada usia dini, dan sebab utama menyebarnya kanker ini adalah mewabahnya pakaian-pakaian mini yang menjadikan para wanita terpapar oleh radiasi matahari dalam waktu panjang selama bertahun-tahun, dan stoking yang tranparan tidak dapat melindungi kulit dari terkena kanker ini.[3]


2. Menyeret Pelakunya Semakin Jauh Dari Syariat Dan Akhlak

Ini merupakan keniscayaan yang tidak dapat dielakkan, karena mengumbar aurat merupakan dorongan dan tuntutan hawa nafsu, semakin dituruti ia akan semakin menuntut lebih dari sebelumnya. Berawal dari suka memamerkan wajah, lalu rambut, lalu leher, lalu pundak dan seterusnya, hingga akhirnya orang tersebut akan menanggalkan syariat dan akhlaknya, bersamaan dengan ditanggalkannya pakaiannya.


3. Hilangnya Rasa Malu Dari Pengumbar Aurat

Setiap orang yang mengumbar aurat, awalnya pasti dia merasa malu -secara fitrah-. Namun karena dorongan hawa nafsu yang lebih kuat, ia abaikan rasa malu tersebut. Lalu lambat laun rasa malu itu akan melemah dan terus melemah, sampai akhirnya hilang sama sekali. Jika rasa malu sudah sirna, bahkan bisa jadi rasa malu itu berubah menjadi rasa bangga dengan pebuatannya yang memamerkan aurat, iyâdzan billâh. Sungguh sirnanya rasa malu merupakan kerugian yang sangat besar, karena rasa malu merupakan kebaikan yang agung dan bagian dari keimanan, sebagaimana sabda-sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut :

الْحَيَاءُ كُلُّهُ خَيْرٌ

Malu itu semuanya baik[4]

الْحَيَاءُ لَا يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍ

Rasa malu itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan[5]

وَالحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

Dan rasa malu merupakan cabang dari iman[6]

4. Orang Yang Mengumbar Auratnya Akan Selalu Diperbudak Oleh Nafsunya

Karena dengan mengumbar auratnya, ia akan terpaksa harus melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak perlu ia lakukan, seperti: memberikan perlindungan ekstra untuk kulitnya dari sengatan sinar UV matahari, memberikan perawatan khusus agar kulitnya terlihat putih bercahaya, mengikuti mode gaya barat mulai dari rambut hingga bawah kakinya, dan melakukan segala usaha agar ia dikatakan menarik dan mempesona. Ini semua disamping merugikan dari sisi finansial, juga mendatangkan banyak bahaya dan dosa.

Ironis memang keadaan mereka, merasa berat dan enggan menjadi hamba Allâh padahal Allâh Azza wa Jalla telah memberikan kenikmatan yang sangat banyak kepadanya. Namun mereka malah bersusah-payah menjadikan dirinya sebagai budak setan dan hawa nafsunya. Inilah sebabnya mengapa wanita yang mengumbar auratnya terkesan murahan dan rendahan. Mereka mengira dihormati padahal direndahkan. Lihatlah, bagaimana mereka disandingkan dengan barang dagangan, atau sebagai penghiasnya, atau penglarisnya! Karena memang ketika itu ia menjadi budak setan dan nafsunya, serta enggan menjadi hamba Allâh Yang Maha Mulia.

5. Melalaikannya Dari Pekerjaan Rumahnya.

Dampak ini berlaku terutama bagi kaum wanita yang memang seharusnya banyak menyibukkan dirinya di rumahnya, sebagaimana firman-Nya :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ

Menetaplah di rumah-rumah kalian, dan janganlah kalian ber-tabarruj (berdandan) ala wanita-wanita jahiliyah dahulu. [al-Ahzâb/33:33]  

Jika perintah dalam ayat ini ditujukan kepada para isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam padahal ketakwaan dan keshalehan mereka sangat tinggi, maka tentunya wanita-wanita yang derajatnya di bawah mereka lebih pantas mendapatkan perintah ini.

Ayat ini juga mengisyaratkan adanya keterkaitan yang sangat erat antara ‘berdandan ala jahiliyah’ dengan seringnya wanita keluar rumah, karena tidaklah ia berdandan ala jahiliyah kecuali karena ingin mendapat perhatian orang lain, dan perhatian tidak akan ia dapatkan kecuali dengan keluar rumah. Dan bila wanita sering keluar rumah, tentunya banyak pekerjaan rumahnya yang akan terbengkalai, sehingga kehidupan rumah tangga tidak berjalan seimbang sebagaimana mestinya.

6. Lebih Mementingkan Berhias Di Depan Orang Lain, Daripada Berhias Untuk Suaminya

Efek buruk ini berlaku khusus bagi kaum wanita yang bersuami. Seorang wanita tidak mungkin berhias sepanjang waktu, karena jika ia harus sepanjang waktu, tentu hal itu akan sangat melelahkannya dan memakan waktu yang tidak sedikit. Sehingga hanya ada dua pilihan baginya yaitu antara berdandan saat keluar rumah atau berdandan untuk suaminya saat di rumahnya. Pilihan pertama tidak mungkin ditinggalkan karena itu menurutnya akan memalukan atau menjadikannya kurang menarik di mata orang lain.

Berbeda bila ia tidak mengumbar auratnya, ia akan memilih pilihan kedua, karena ia tahu bahwa kecantikannya adalah hak istimewa suaminya, dan ia tetap nyaman keluar rumah tanpa dandan ala jahiliyah, karena baju dan hijabnya menutupi bagian tubuh yang harus ditutupinya.

7. Menjadikan Manusia Tersibukkan Oleh Syahwat Farjinya

Ini merupakan dampak yang paling terlihat dan terasa di zaman ini, bahkan di masyarakat Muslim sekalipun. Ketika tindakan mengumbar aurat telah merajalela di tengah-tengah mereka, maka hal itu akan berdampak langsung pada tersibukkannya mereka oleh nafsu syahwatnya.

Kenyataan ini tidak bisa dipungkiri dan tidak terbatas pada usia remaja saja, tapi juga terjadi pada mereka yang sudah berumur, tidak juga terbatas pada mereka yang berduit dan berpangkat tinggi. Beberapa kali kita mendengar berita seorang bapak miskin menggauli putrinya, atau kakek melarat menggauli cucunya, atau seorang suami membunuh selingkuhannya karena takut tercium tindakan busuknya. Sungguh ini merupakan kemerosotan akhlak dan moral yang luar biasa.

Kemerosotan moral ini juga akan berpengaruh buruk pada keamanan masyarakat. Coba kita bayangkan, apa yang akan terjadi bila pihak keluarga korban akhirnya main hakim sendiri ?! Bayangkan pula bagaimana kekhawatiran masyarakat terhadap kehormatan putri-putrinya, bukankah ini akan menggerus rasa aman dari hati para orang tua ?!

8. Turunnya Mutu Pendidikan

Sekarang ini, di banyak daerah dalam negeri kita, pemuda dan pemudi merasa malu dan rendah diri bila belum atau tidak memiliki pacar. Yang mereka pikirkan setiap hari, bagaimana menarik perhatian lawan jenisnya, bagaimana menyenangkan pasangannya, bagaimana agar hubungan haram itu selalu teguh dan seterusnya. Begitulah setan menjadikan mereka tertawan oleh nafsu syahwatnya, sehingga mereka rela mengorbankan apapun yang dimilikinya, bahkan meski harus mengorbankan kehormatannya ! Semoga Allâh melindungi kita dan keluarga kita dari kekejian dan kehinaan ini.

Sungguh keadaan ini, sangat mempengaruhi mutu pendidikan pemuda-pemudi itu, yang seharusnya mereka mengerahkan pikirannya untuk fokus pada pelajaran sekolah, malah terarahkan kepada sesuatu yang keji dan hina. Oleh karena itulah, terbukti sekolah yang memisahkan antara siswa lelaki dan perempuan lebih berhasil dari sisi pendidikan, daripada sekolah yang tidak memisahkan antara keduanya.

9. Bahaya Mengumbar Aurat Terhadap Pernikahan

Mewabahnya budaya ‘obral aurat’ juga berdampak buruk pada pernikahan. Mereka yang belum menikah akan merasa enggan menikah, karena telah mendapatkan tempat menyalurkan syahwatnya dengan mudah, bisa berganti-ganti pasangan, dan tanpa harus memikul tanggung jawab setelahnya.

Adapun mereka yang sudah menikah, maka budaya ‘obral aurat’ itu akan sangat mengganggu dan merapuhkan ikatan suci pernikahannya. Sang suami akan mudah tergoda dengan wanita lain yang lebih cantik dan muda, begitu pula sang isteri akan berpikiran sama dengan suaminya, sehingga akan berakhir dengan rusaknya rumah tangga.

Inilah rahasia utama mengapa semakin tinggi volume ‘umbar aurat’ di suatu negara, maka semakin rendah volume pernikahannya. Dan semakin tinggi volume ‘obral aurat’ dari wanita yang bersuami, maka semakin tinggi pula kasus perceraiannya, sebagaimana hal tersebut nampak jelas pada kehidupan para artis dan penyanyi.

Dan hal ini juga akan berdampak pada lambat atau bahkan minusnya pertumbuhan penduduk, karena akan banyak terjadi kasus aborsi yang tidak diinginkan kehadirannya akibat perzinaan, dan sudah sangat maklum biasanya seseorang tidak menginginkan anak dari perbuatan zinanya.

10. Bahaya Pamer Aurat Yang Diterangkan Dalam Nash-Nash Syariat

Sungguh sangat banyak ancaman bagi para pengumbar aurat dalam al-Qur’ân dan Sunnah, diantaranya:

a. Pengumbar aurat akan mendapatkan adzab yang pedih di dunia dan di akhirat, karena mereka menjadi sebab utama tersebarnya perbuatan keji zina. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Sesungguhnya orang-orang yang menginginkan tersebarnya perbuatan keji di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan di akhirat.[8] [an-Nûr/24:19]

b. Pengumbar aurat tidak masuk surga, bahkan tidak akan mencium wanginya surga, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat, (yang pertama): Kaum yang memiliki cambuk-cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukuli orang-orang. Dan (yang kedua): Para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka menggoda dan jalannya berlenggak-lenggok, kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Para wanita itu tidak masuk surga, bahkan tidak mencium wanginya surga padahal wanginya bisa tercium dari jarak perjalanan sejauh ini dan itu.” [9]

c. Mengumbar aurat termasuk perbuatan yang mendatangkan laknat, dan itu termasuk ciri dosa besar. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

سَيَكُونُ آخِرُ أُمَّتِي نِسَاءً كَاسِيَاتٍ عَارِيَاتٍ عَلَى رُؤُسِهِنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ، الْعَنُوهُنَّ فَإِنَّهُنَّ مَلْعُونَاتٌ

Akan ada di akhir umatku, para wanita yang berpakaian tapi telanjang, di kepala mereka ada seperti punuk unta, laknatlah mereka karena mereka itu terlaknat! [10]

d. Mengumbar aurat merupakan tindakan pamer maksiat, padahal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا المُجَاهِرِينَ

Seluruh umatku diampuni (dosanya), kecuali mereka yang pamer dalam melakukannya.[11]

Dan bila maksiat itu tidak diingkari, ia akan mendatangkan adzab bagi seluruh masyarakatnya, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الْمُنْكَرَ فَلَمْ يُغَيِّرُوْهُ، أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللهُ بِعِقَابِهِ

Sungguh bila manusia melihat kemungkaran, tapi mereka tidak berusaha mengubahnya, maka Allâh akan menurunkan hukuman bagi mereka semuanya. [12]

Sungguh banyaknya bahaya yang ditimbulkan oleh maksiat mengumbar aurat ini, harusnya menjadikan kita semakin waspada darinya dan menjauhinya. Seyogyanya, ini juga semakin memompa semangat kita dalam mengingatkan orang lain agar tidak terjerumus dalam perbuatan nista tersebut, atau agar tidak mengulanginya. Jika mereka menerima, maka itulah yang kita harapkan, namun jika nasehat kita tidak didengar, maka paling tidak kewajiban ‘nahi mungkar’ kita telah gugur, sehingga kita akan selamat dari azab-Nya dan mendapatkan pahalaNya.

JIKA TERJADI PELECEHAN, SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB, DAN BAGAIMANA PENYELESAIANNYA?

Bila tindakan mengumbar aurat telah mewabah di sebuah masyarakat, tentu pelecehan seksual juga akan semakin meningkat, lalu bila hal itu terjadi -wal iyâdzu billah-, maka siapakah yang bertanggung jawab ?

Resiko terbesar tentu ditanggung oleh si korban pelecehan, karena dengan terjadinya ‘kecelakan’ itu ia telah kehilangan kehormatannya; Ia harus menanggung malu seumur hidupnya, dan akan mempersulit jalannya mendapatkan suami. Begitu pula keluarga korban, mereka akan merasa malu, dan masyarakat akan menganggap mereka tidak mampu menjaga kehormatan putrinya.

Resiko juga ditanggung oleh pelaku pelecehan, ia akan dicap sebagai orang yang fasik, amoral, dan bobrok imannya. Sedang keluarganya, akan dicap oleh masyarakat sebagai keluarga yang gagal dalam mendidik anaknya, dan mungkin cap buruk tersebut akan menempel terus hingga turun temurun.

  • Lalu Siapakah Yang Menanggung Dosanya ?

Tentunya si pelaku pelecehan adalah orang yang paling banyak menanggung dosanya, karena dialah sumber utama malapetaka tersebut. Adapun korban pelecehan; bila sebelumnya ia telah berusaha menjaga auratnya dan berhati-hati, maka ia tidak menanggung dosa apapun di sisi Allâh Azza wa Jalla, karena ia murni sebagai hamba yang terzhalimi. Namun bila sebelumnya si korban mengumbar auratnya atau bahkan menggoda si pelaku pelecehan, maka si korban juga menanggung dosa telah membuka pintu keburukan terhadap dirinya.

  • Bagaimana Penyelesaiannya ?

Bila pihak keluarga korban, mengangkat kasus tersebut ke meja hijau, maka penyelesaian ada di pengadilan tersebut. Namun bila pihak keluarga korban menginginkan agar kecelakaan tersebut ditutupi -karena ada unsur suka sama suka misalnya-, maka hendaklah masing-masing dari pelaku dan korban berusaha menutupi keburukan tersebut, dan bertaubat dengan taubat yang sebenarnya, karena “orang yang bertaubat itu seperti orang yang tidak ada dosa padanya”,[13] sebagaimana disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.go

2. BERJILBAB
Berjilbab merupakan sebuah kewajiban yang tertera di dalam kitab suci Al Quran. Kewajiban ini mengenai siapa saja yang mengaku diri sebagai muslimah dan telah sampai pada akil baligh. Namun kenyataan menunjukkan bahwa banyak kaum hawa yang mengaku beragama islam tapi ia tidak mengenakan jilbab. Pertanyaannya sekarang, apakah akan diterima ibadah seorang perempuan yang tidak berjilbab?Banyak yang mengira bahwa berjilbab adalah suatu pilihan dan bukannya kewajiban. Terkadang, di zaman manusia sekarang ini, bahkan ada yang hanya trend ikut ikutan saja. Mereka menyangka bahwa berjilbab itu tergantung pada kesiapan diri seorang wanita. Jika wanita itu belum siap maka ia pun boleh tidak mengenakannya. Padahal yang namanya wajib, sifatnya memaksa bagi orang yang telah terkenai kewajiban. Artinya jika ia melaksanakannya maka ia akan mendapatkan pahala yang kelak berbuah surga. Dan jika ia meninggalkannya, maka ia akan mendapatkan dosa yang kelak berbuah siksa.

Banyak pula kaum hawa yang beralasan dengan mengetengahkan dalil Al Qur’an “Laa ikroha fi diin” bahwa tidak ada paksaan dalam agama. Memang benar di dalam agama tidak ada paksaan. Akan tetapi maksudnya manusia memang bebas menentukan pilihan apakah ia mau melaksanakan perintah agama atau tidak, agama tidak memaksanya. Namun ia juga harus siap menerima akibat dari pilihannya tersebut.

Al Qur’an pun sudah secara jelas menggambarkan konsekuensi apa yang akan diterima oleh orang-orang yang menolak melaksanakan syariat agama. Dimana ada neraka dengan api yang menyala-nyala yang tidak akan menyisakan sedikit pun tubuh yang masuk ke dalamnya.

Banyak pula yang menyangka bahwa perkara tidak mengenakan jilbab adalah dosa kecil yang bisa ditutupi dengan memperbanyak pahala dari ibadah-ibadah lainnya seperti shalat, zakat, shoum dan berhaji. Padahal pandangan ini adalah salah besar.

  • Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

| barangsiapa yang mengingkari hukum-hukum syariat islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya bahkan di akhirat kelak dia termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. Al Maidah: 5)

Berjilbab adalah syariat atau ketentuan dalam islam. Tidak berjilbab artinya menolak syariat islam ini dari segi pengamalan. Maka betapa pun rajinnya seorang wanita beribadah dimana ia tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu, mengaji, berzakat, berpuasa dan amalan-amalan sunnah lainnya, namun jika ia tidak berjilbab ketika keluar rumah, maka hapuslah semua amalan-amalannya. Dan kelak di akhirat sana ia akan termasuk ke dalam orang-orang yang merugi.

  1. AZAB BAGI PEREMPUAN YANG TIDAK MENUTUP AURAT
  • Azab Untuk Perempuan Tidak Menutup Aurat

    “Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya, dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya Dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan, dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka, dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.” (Surah An Nur Ayat 31)

    • Rasulullah s.a.w. bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang bermaksud:   “Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu:

    1.  Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam).

    2. Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta tidak dapat akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian. (Riwayat Muslim)

    Balasan bagi orang yang melanggar larangan Allah, ialah azab yang amat pedih, antaranya balasan wanita yang membuka rambut kepalanya selain suaminya, akan digantung dengan rambutnya di atas api neraka sehingga menggelegak otaknya, berterusan selama ia tidak menutupnya. Dada yang sengaja dibuka atau ditonjolkan supaya kelihatan seksi, akan di gantung atas api neraka dengan pusat dan buah dadanya diikat dengan rantai neraka sebagai penggantungnya betis dan paha yang terselak-selak, sedia untuk dipanggang, pedihnya tidak terkira.

    Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis.

    • Beliau menjawab :

    “Pada malam aku diisra’kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.”

    Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.

    “Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

    “Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.

    “Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

    “Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

    “Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,” kata Nabi s.a.w.

    Fatimah AzZahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu

    • Rasulullah S.A.W menjawab,

    “Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

    *Perempuan yang digantung susunya adalah isteri yang ‘mengotori’ tempat tidurnya.*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.*Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa solat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.*Perempuan yang kepalanya seperti dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami

    Mendegar hal itu, Sayidina Ali dan Fatimah AzZahra pun turut menangis.

    Wahai saudariku, tidakkah hati kita tergugah membaca hadits ini ???

    • Peristiwa Miraj

    1. Wanita menangis sambil meminta pertolongan tetapi tiada yang sanggup membantu. Gambaran balasan wanita yang berhias bukan kerana suaminya.

    2. Wanita tergantung pada rambutnya, otaknya menggelegak dalam periuk. Balasan wanita yang tidak menutup auratnya (rambut)

    3. Wanita berkepala seperti babi, badannya seperti kaldai dan menerima berbagai balasan wanita yang suka membuat fitnah, bermusuh dengan jiran dan membuat dusta.

    4. Wanita yang mukanya hitam dan memamah isi perutnya sendiri. Balasan wanita yang mengoda dan menghairahkan lelaki.

    5. Lelaki dan wanita yang ditarik kemaluannya ke depan dan ke belakang serta dilontar mukanya ke api neraka. Kemudian ditarik dan dipukul hingga keluar api dari badannya. Balasan orang yang membesarkan diri dan takabur kepada orang ramai.

    6. Lelaki dan wanita dimasukkan besi pembakar daging dari duburnya, keluar hingga ke mulutnya. Balasan orang yang membuat fitnah, mengejek dan mencaci.

    7. Wanita tergantung rambutnya di pohon Zakkum, api neraka membakarnya lalu kering kecut dagingnya terbakar. Balasan wanita yang minum ubat untuk membunuh janin.

    8. Wanita dibelenggu dengan api neraka, mulutnya terbuka luas, keluar api dari perutnya. Balasan wanita yang menjadi penyanyi tidak sempat bertaubat.

    9. Lelaki dan wanita yang masuk api ke dalam perut dari duburnya lalu keluar dari mulut. Balasan orang yang makan harta anak yatim.

    10. Lelaki dan wanita kepalanya terbenam dalam api, dituang pula air panas ke badannya lalu melecur seluruh tubuhnya. Balasan orang yang berusaha ke arah pergaduhan sesama manusia.

    Semoga bisa menjadi bahan renungan dan muhasabah buat sahabat perempuan perempuan muslim…

    semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat

    sekian dan terimakasih

                        

                        |   Wassalamualaikum wr wb |

    KEUTAMAAN : KEISTIMEWAAN, KEAJAIBAN DAN MANFAAT MAKAN SAHUR!! (ISLAM ITU SEMPURNA)

       Penulis : MwMaulidan-,  sumber : all media-,        

                          Assalamualaikum wr wb

         Di bulan suci Ramadan, ada keistimewaan dan keajaiban waktu. Yaitu ada amalan sunnah yang dapat kita (umat islam) jalani. yaitu (makan sahur) salah satu nya. Amalan ini disepakati oleh para ulama dihukumi sunnah dan bukanlah wajib, sebagaimana (Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, 7: 206). Namun amalan ini memiliki keutamaan dan keistimewaan,  karena dikatakan penuh dengan keberkahan.

    Dalam hadits muttafaqun ‘alaih, dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    ( تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً )

    “Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095).

    Yang dimaksud dengan barokah adalah turunnya dan tetapnya kebaikan dari ALLAH SWT pada sesuatu. Barokah bisa mendatangkan kebaikan dan pahala, bahkan bisa mendatangkan manfaat dunia dan akhirat. Namun patut diketahui bahwa barokah itu datangnya dari ALLAH SWT yang hanya diperoleh jika seorang hamba mentaati-Nya.

    | Keberkahan dalam Makan Sahur

    Memenuhi perintah (Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam) sebagaimana diperintahkan dalam hadits di atas. Keutamaan mentaati beliau disebutkan dalam ayat,

    ( مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ )

    “Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (QS. An Nisaa’: 80).

    Allah Ta’ala juga berfirman,

    ( وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا )

    “Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al Ahzab: 71).

    Makan sahur merupakan syi’ar Islam yang membedakan dengana ajaran Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani). Dari ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    ( فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ )

    “Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah makan sahur.” (HR. Muslim no. 1096). Ini berarti Islam mengajarkan baro’ dari orang kafir, artinya tidak loyal pada mereka. Karena puasa kita saja dibedakan dengan orang kafir.

    Dengan makan sahur, keadaan fisik lebih kuat dalam menjalani puasa. Beda halnya dengan orang yang tidak makan sahur. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Barokah makan sahur amat jelas yaitu semakin menguatkan dan menambah semangat orang yang berpuasa.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 206).

    Orang yang makan sahur mendapatkan shalawat dari Allah dan do’a dari para malaikat-Nya. Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    السُّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ  وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

    “Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad 3: 44. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi).

    Waktu makan sahur adalah waktu yang diberkahi. Karena ketika itu, Allah turun ke langit dunia. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

    “Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145  dan Muslim no. 758).

    Waktu sahur adalah waktu utama untuk beristighfar. Sebagaimana orang yang beristighfar saat itu dipuji oleh Allah dalam beberapa ayat,

     ( وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ )

    “Dan orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur.”  (QS. Ali Imran: 17).

    ( وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ )

    “Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. ” (QS. Adz Dzariyat: 18).
    | semoga artikel ini bermanfaat bagi sahabat muslim. Dan selalu semangat untuk selalu bangun dari segala kebiasaan yang buruk, dan mengganti nya kepada kebiasaan yang lebih baik lagi, dan lagi |

    (sekian dan terimakasih)

                          wassalamualaikum wr wb. 

    | kritik dan saran, dapat sahabat sampaikan via :
    Facebook : My official facebook page

    Twitter : My official Twitter

    Instagram : My official instagram

    Via e-mail : mwmaulidanofficial@gmail.com


    SIWAK, MANFAAT DAN KEUTAMAAN BERSIWAK!!! (ISLAM ITU SEMPURNA)

                      |Assalamualaikum wr wb sahabat |

    | MANFAAT SIWAK & BERSIWAK

    Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaih wa aalih sallam Bersabda, “Bersiwak itu membersihkan mulut dan membuat Tuhan ridha (senang).” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasai).
    Dalam hadits lain dari Al-Bukhari, Rasulullah mengatakan, “Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak mendirikan shalat.”
    BERSIWAK sesungguhnya adalah pekerjaan yang sangat ‘simpel’, namun memiliki manfaat yang luar biasa dan sangat besar sekali. Dengan siwak tentu mulut menjadi bersih, sehat, gigi terawat, dan lainnya. Lebih dari itu adalah ittiba’, mengikuti sunah Rasulullah sehingga mendapatkan keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
    Hal ini seperti yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW. “Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridha-an bagi Rabb”. (HR: Ahmad, irwaul golil no 66 [shohih]). (Syarhul mumti’ 1/120 dan taisir ‘alam 1/62)
    Dicontohkan oleh Rasulullah, beliau bersiwak dalam berbagai keadaan, tidak hanya ketika mulut terasa kotor saja. Menurut hadits, Rasulullah melakukan siwak ketika dalam keadaan berikut:
    | Saat hendak shalat, seperti yang dikemukakan pada hadits diatas adalah beliau selalu bersiwak dan menginginkan umatnya mencontohnya. namun tidak mewajibkan hal tersebut karena dinilai bisa memberatkan umatnya. Selain itu karena Allah juga hanya mensyaratkan wudhu sebagai syarat sah shalat.
    | Saat Rasulullah masuk ke rumah dari bepergian, beliau langsung bersiwak. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Syuraih bin Hani yang artinya, ”Aku bertanya kepada ‘Aisyah: “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rasulullah jika dia memasuki rumahnya?” Beliau menjawab :”Bersiwak”.(HR: Muslim)

    SIWAK ternyata telah dikenal jauh sebelum Rasulullah SAW lahir. Orang-orang Babilonia, kerajaan Romawi dan Yunani juga telah menggunakan Siwak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka. Bersiwak sangat dianjurkan bagi umat Muslim bahkan termasuk salah satu sunnah.

    Berdasarkan tinjauan fungsi mekanisnya, siwak memiliki prinsip kerja yang tidak jauh berbeda dengan sikat gigi modern zaman sekarang. Serat batang siwak yang elastis berfungsi sama seperti bulu sikat gigi yang berfungsi membersihkan secara mekanis kotoran di gigi dan sela-sela gigi. Sebagaimana tuntunan nabi yang lain, siwak ternyata lebih dari sekedar sikat gigi biasa. 

    | Lalu apa manfaat siwak?

    Plak pada gigi sebagai sisa makanan yang berakumulasi dan menempel pada gigi menjadi media yang sangat baik untuk bakteri berkembang biak. Setelah berkoloni, bakteri akan menghasilkan asam yang selanjutnya menyebabkan pelarutan enamel gigi yang akhirnya terjadilah karies gigi.

    Batang kayu siwak memiliki kandungan Asam Antibakteri, yakni anti bakteri alami seperti astringents dan detergen yang berfungsi membunuh bakteri sekaligus mencegah infeksi.

    Nah, selaras dengan hal tersebut, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Paramitha Ardiyanti (2011) tentang pengaruh larutan ekstrak siwak terhadap pembentukan plak gigi didapatkan hasil bahwa pemberian larutan ekstrak siwak berpengaruh dalam menghambat pembentukan plak gigi.

    Selain mengandung anti bakteri alami, siwak juga mengandung unsur kimia berupa chlorid, vitamin C, potasium, sodium, bikarbonat, fluorida, silika, sulfur yang berperan dalam memperkuat, menyehatkan dan memutihkan gigi kita.

    Secara khusus, vitamin C membantu penyembuhan dan memperbaiki jaringan gusi kita saat terluka. Silika berfungsi sebagai penggosok, sedangkan fluorida sebagai pelapis lapisan gigi agar tidak mudah terjadi karies.

    Sebuah penelitian yang membandingkan antara ekstrak campuran yang terdiri dari siwak dan Chlorhexidine Gluconate (CHX) yang sering digunakan sebagai cairan kumur (mouthwash), dibandingkan dengan zat anti plak pada gigi manusia, didapatkan hasil bahwa ekstrak siwak lebih banyak menghilangkan plak pada gigi.

    Saat ini, banyak kita temukan produsen pasta gigi yang menyertakan serbuk siwak sebagai salah satu bahan pasta gigi buatannya. Hal tersebut diyakini karena butiran siwak mampu membersihkan sela-sela gigi secara baik dan mencegah timbulnya plak lebih baik daripada hanya pasta gigi saja tanpa campur dengan bersiwak. 
                         | wassalamualaikum wr wb |

    (semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat)

    Sekian dan terimakasih. 


     FIND LIKE and Follow me on

    Klik disini 👉👉👉 Facebook

    Klik disini 👉👉👉 Instagram

    Klik disini 👉👉👉 Twitter

    Kritik dan saran dapat sahabat sampaikan via

     Klik disini 👉👉👉 E-Mail 

    SAHABAT SEDANG SAKIT?? INI KEISTIMEWAAN DAN RAHASIA SAKIT TERSEBUT DI DALAM ISLAM

            

                   

                   | Assalamualaikum wr wb sahabat |


    Hidup ini tentu tidak akan lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan (sunatullah) dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “

    Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.

    | Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)

    | Sakit akan menghapuskan dosa

    Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

    | Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)

    Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)

    | Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya

    Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri nya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memowallahhon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan.

    Keutamaan memuliakan ulama ulama ALLAH SWT & Ancaman bagi orang yang membenci dan mengolok olokan ulama

    Penulis :  MwMaulidan (Minggu 7/5/2017-)

    | KEUTAMAAN MEMULIAKAN ULAMA

           Ulama adalah pewaris para Nabi. Para ulama memiliki peran penting sebagai pemimpin umat untuk melanjutkan dan memelihara syiar dan kemuliaan Islam. Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk menghormati  dan memuliakan para ulama. Bahkan, satu dari tiga hal yang dikhawatirkan  (Nabi Muhammad SAW) adalah umat Islam akan menelantarkan dan tak mempedulikan alim ulama. Lalu, siapakah itu ulama??!  Ya, ulama itu (ustadz. Kiyai, ajengan, para habaib, dan orang orang yang mempememperjuangkan agama ALLAH SWT yaitu ISLAM!! ).

    Kekhawatiran (Rasulullah SAW) itu tampaknya sudah mulai terjadi. Tak sedikit umat yang mulai mengabaikan, melecehkan, menghina dan menentang alim ulama. Betapa tidak.  Tak sedikit orang yang memperolok-olok dan mentertawakan fatwa-fatwa para ulama. Padahal, sesungguhnya, fatwa itu ditetapkan untuk melindungi kehidupan umat.

    ”Menurut ajaran Islam, perbuatan seperti itu sangat berbahaya,” papar Maulana Muhammad Zakariya al-Kandahlawi dalam kitabnya Himpunan Fadilah Amal. Diakuinya, dalam setiap kalangan selalu ada yang baik dan buruk. Begitu pula di kalangan ulama. Syekh al-Kandahlawi menegaskan, ulama yang baik lebih banyak dibandingkan ulama yang buruk.

    Lalu bagaimana membedakan ulama suu'(buruk) dengan ulama rasyad (diberi petunjuk)? Menurut  Syekh al-Kandahlawi, tak  ada batasan tertentu dalam hal ini. Untuk itu, ada dua hal  yang perlu diperhatikan umat terkait masalah ini. Pertama,  jika seorang ulama belum dipastikan sebagai ulama suu’, jangan sekali-kali kita membuat  keputusan apapun terhadapnya.

    Kedua, jika hanya karena berprasangka  buruk bahwa si pembicara adalah ulama suu’, janganlah sekali-kali membantah ucapannya begitu saja tanpa diselidiki terlebih dahulu, karena sikap seperti itu merupakan kezaliman.

    Allah SWT berfirman dalam (Alquran surat al-Israa ayat 36:) ”Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan serta hati, semuanya akan ditanya.”

    Menurut Syekh al-Kandahlawi, (Rasulullah SAW )mengajarkan agar umatnya bersikap hati-hati, yakni tak menolak atau membenarkan sesuatu begitu saja, sebelum kita mengetahuinya dengan pasti. ”Namun, yang terjadi sekarang adalah sebaliknya. Apabila ada orang yang mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan pendapat kita, bukan saja menolaknya, bahkan menentangnya,” ungkap dia.

    Syekh al-Kandahlawi mengingatkan, ulama Haqqani, ulama Rusydi (yang benar) dan ulama Khairi yang baik adalah manusia juga. ”Yang ma’sum hanyalah para Nabi. Oleh sebab itu, jika ada kesalahan, kelemehan dan kekurangan pada diri mereka, tanggung jawabnya kembali kepada diri mereka sendiri,” papar Syekh al-Kandahlawi.

    Menurut dia, hanya (Allah SWT) yang berhak menentukan apakah azab atau ampunan bagi mereka.  Syekh al-Kandandahlawi mengungkapkan, orang-orang yang  mengajak untuk berburuk sangka, membenci dan berusaha menjauhkan alim ulama dari umat termasuk penyebab kerusakan agama.  Orang yang seperti itu, kata Syekh al-Kandahlawi, akan mendapat siksa yang keras.

    Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya sebagian dari mengagungkan Allah adalah; memuliakan orang tua Muslim, memuliakan hafiz Alquran yang tak melewati batas dan memuliakan pemimpin yang adil.” (HR Abu Dawud). Bahkan, Rasulullah SAW menyatakan, mereka yang tak memuliakan alim ulama bukanlah bagian dari umatnya.

    ”Bukan termasuk umatku orang yang tak menghormati orang tua, tidak menyayangi anak-anak dan tidak memuliakan alim ulama.” (HR Ahmad, Thabrani, Hakim).  Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW sempat mengkhawatirkan tiga hal yang akan terjadi pada umatnya.  ”Aku tidak mengkhawatirkan umatku kecuali tiga hal,” sabda (Rasulullah SAW).

    ”Pertama, keduniaan berlimpah, sehingga manusia saling mendengki. Kedua, orang-orang jahil yang berusaha menafsirkan Alquran dan mencari-cari ta’wilnya, padahal tak ada yang mengetahui ta’wilnya kecuali Allah. Ketiga, alim ulama ditelantarkan dan tidak akan dipedulikan oleh umatku.” (HR Thabrani).  

    ”Dewasa ini, berbagai ucapan buruk telah dilontarkan kepada alim ulama,” papar Syekh al-Kandahlawi.  Untuk itu, papar dia, umat perlu berhati-hati dalam membicarakan ulama. ”

    | BENCANA YANG AKAN MEREKA TERIMA JIKA MEREKA MENGOLOK-OLOK DAN MEMBENCI ULAMA

      Akhir-akhir ini ada sebagian orang yang suka mendiskreditkan 1 atau sekelompok ulama. Kemudian mereka meninggalkan dan tidak mengambil pendapat atau fatwa mereka, serta berlepas diri dari bimbingan mereka… Lalu apa dampak dan resikonya? Padahal di sebutkan di dalam satu hadits, para Ulama ini adalah “Delegasi” Allah di muka bumi atas makhluknya. Merekalah yang mewarisi ilmu dari para Nabi.Jika benar manusia sekarang sudah lari dan menjauhi ulama’ maka ada 3 adzab yang menimpa umat ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits(سَيَأْتِيْ زَمَانٌ عَلَى اُمَّتِيْ يَفِرُّوْنَ مِنَ الْعُلَمَاءِ وَالْفُقَهَاءِ فَيَبْتَلِيْهِم اللهُتَعَالَى بِثَلاَثِ بَلِيَّاتٍ:)Akan datang kepada umatku suatu masa dimana mereka lari menjauhi ulama’ dan fuqoha’ (ahli fiqih), maka Allah menurunkan tiga bala’ untuk mereka.Pertama

      ( اُوْلاَهَا يَرْفَعُ بَرَكَةَ مِنْ كَسْبِهِمْ )

      Allah menghilangkan barokah dari usaha mereka

      Benarkah saat ini mencari harta yang barokah sulit? Kalau tidak benar kenapa para konglomerat nakal, para pejabat korup yang sudah berharta trilyunan masih gila harta, masih memakan harta rakyat? Jawabnya Karena hartanya sudah tidak barokah. Hasil usaha yang tidak barokah pasti membawa dampak negatif, bila dimakan tidak menambah kenyang tapi malah kurang dan semakin rakus.

      Makanan yang masuk menyebabkan tubuh malas beribadah, dan kebanyakan berakhir menjadi suatu penyakit. Harta yang tidak barokah bila digunakan untuk biaya pendidikan anak bukannya menjadikan anak semakin baik melainkan malah menjadi semakin buruk, digunakan berfoya-foya, zina, narkoba, setidaknya menyebabkan anak berani terhadap orang tua. Lantas jika ingin selamat dari harta yang tidak barokah jalan satu-satunya adalah mendekat pada para ulama’.

      Kedua

      (وَالثَّانِيَةُ يُسَلِّطُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا ظَالِمًا )

      Allah mengangkat penguasa untuk mereka, penguasa yang dlolim.

      Akibat jauh dari para ulama’, banyak diantara kita memilih pemimpin, pejabat, anggota dewan bukan lagi atas dasar kemampuannya berbuat adil tetapi karena ketenarannya, atau karena obral janjinya, atau karena obral hartanya. Sehingga ketika menjabat mereka bukannya menjadi pengayom rakyat, pembawa suara rakyat, malah memakan harta rakyat.

      Ketiga

      (وَالثَّالِثَةُ يَخْرُج. ُ مِنَ الدُّنْيَا بِغَيْرِ اِيْمَان)

      ٍMereka keluar dari dunia (mati) dalam keadaan tanpa iman. Dengan kata lain Su’ul Khatimah. Dan inilah Azab yang paling ditakutkan, naudzu billahi min dzalik.

      Jika hal ini terjadi maka kesengsaraan yang dialami bukan tahunan melainkan kekal selama-lamanya disiksa di api neraka.

      Oleh karena itu, Bila menghormati para ulama diperintahkan, maka sebaliknya menghina dan merendahkan mereka dilarang, sungguh betapa mengerikan jika ada seorang muslim berani menghina Ulama Shalafus Shalih, ingin tahu bahayanya lainnya??

      1. Menghina ulama akan menyebabkan rusaknya agama

      Berkata Al-Imam Ath-Thahawi –rahimahullah- :

      “Ulama salaf dari kalangan ulama terdahulu, demikian pula para tabi’in, harus disebut dengan kebaikan. Maka siapa yang menyebut mereka dengan selain kebaikan maka dia berada di atas kesesatan”

      Berkata Al-Imam Ibnul Mubarak –rahimahullah- :

      “Siapa yang melecehkan ulama, akan hilang akhiratnya. Siapa yang melecehkan umara’ (pemerintah), akan hilang dunianya. Siapa yang melecehkan teman-temannya, akan hilang kehormatannya”

      Dan mencela ulama termasuk diantara dosa-dosa besar.

      2. Orang yang menghina ulama sama artinya dia mengumumkan perang kepada Allah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang wali Alloh yang diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari -rahimahullah- dari Abu Hurairah –radhiyallohu ‘anhu- :

      (عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ : مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْآذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ – …رواه البخاري)

      Dari Abu Hurairah”Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman :

      ‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya…[HR. Al Bukhari]

    • Ingat kepada nabi baginda besar MUHAMMAD SAW. ( ulama ulama kami, jagalah mereka, karena mereka adalah pewaris para nabi ) jangan hina mereka, jangan caci mereka, jangan olok olok mereka, jangan siksa mereka, jika disana demikian, mereka sama saja menghina baginda besar kami NABI MUHAMMAD SAW. orang yang menghina nabi, sama saja mereka menghina sang pencipta seluruh alam semesta ALLAH SWT. mereka menghina ALLAH, azab yang sangat pedih akan kamu dapati di dunia apalagi di akhirat. rasakan kepedihan yang tiada akhir. bagi nya AZAB yang SANGAT PEDIHH. HEYYY… Ancaman ALLAH ITU NYATA!!! bagi orang orang yang sombong kepada nya… Ayooo belaan ulama ulama. Belaan santri santri pejuang tentara nya benteng para ulama. Ayooo sama sama bermunajat kepada ALLAH meminta pertolongan. SIAPPP BELA AGAMA.. SIAPPP BELA ULAMA.. SIAPPP BELA PARA SANTRI PARA PEJUANG AGAMA BENTENG NYA ULAMA … TAKBIR (ALLAHU AKBAR)!!!…

    (semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat, dan menjadikan kita selalu cinta dan menyayangi selalu kepada ulama ulama kita. Menjaga dan siap menjadi benteng benteng yang kokoh) 

    sekian dan terimakasih. 

                         |Wassalamualaikum wr wb |



    Find LIKE and Follow me on

    Facebook

    Instagram

    Twitter

    Kritik dan saran dapat sahabat sampaikan via

    Keistimewaan shalat shubuh

    Penulis (writer) :  MwMaulidan | jumaah al mubarakah 5/5/2017-

                     |Assalamualaikum wr wb sahabat |

    keistimewaan shalat shubuh

       Keutamaan Shalat Shubuh
         Shubuh adalah salah satu waktu di antara beberapa waktu, di mana Allah Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk mengerjakan shalat kala itu. Allah Ta’ala berfirman, أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ …

    Shubuh adalah salah satu waktu di antara beberapa waktu, di mana Allah Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk mengerjakan shalat kala itu. Allah Ta’ala berfirman,

    أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

    “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)

    Betapa banyak kaum muslimin yang lalai dalam mengerjakan shalat shubuh. Mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang bangun untuk melaksanakan shalat.  Jika kita melihat jumlah jama’ah yang shalat shubuh di masjid, akan terasa berbeda dibandingkan dengan jumlah jama’ah pada waktu shalat lainnya.

    •  Keutamaan Shalat Shubuh

    Apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh, niscaya ia akan dapati banyak keutamaan. Di antara keutamaannya adalah

    (1) Salah satu penyebab masuk surga

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّة

    “Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)

    (2) Salah satu penghalang masuk neraka

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

    “Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).” (HR. Muslim no. 634)

    (3) Berada di dalam jaminan Allah

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

    “Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

    (4) Dihitung seperti shalat semalam penuh

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

    “Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

    (5) Disaksikan para malaikat

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ

     “Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)

    •  Ancaman bagi yang Meninggalkan Shalat Shubuh

    Padahal banyak keutamaan yang bisa didapat apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh. Tidakkah kita takut dikatakan sebagai orang yang munafiq karena meninggalakan shalat shubuh? Dan kebanyakan orang meninggalkan shalat shubuh karena aktivitas tidur. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

    “Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim).

    • MARI KEMBALI DAN KEMBALI (BESAR KEISTIMEWAAN NYA)

    1. Mendapatkan berkah dari Allah Ta’ala.

    Shalat Subuh berjamaah berpeluang mendapatkan berkah dari Allah Ta’ala. Sebab, aktivitas yang dilaksanakan pada waktu pagi, terlebih aktivitas wajib dan dilaksanakan berjamaah seperti shalat Subuh, telah didoakan agar mendapatkan berkah. Yang mendoakannya adalah Rasulullah shallallahualaihiwasallam:

    اللهمَّ باركْ لأمتي في بكورِها

    Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibn Majah)

    2. Mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.

    Kondisi pada waktu subuh umumnya masih gelap, walau dengan penerangan listrik yang ada. Namun, dengan kondisi seperti itulah justru terdapat ganjaran yang besar dari Allah Ta’ala bagi manusia-manusia yang menuju masjid buat melaksanakan shalat dengan cahaya yang sempurna di hari Kiamat kelak, dalam hadits disebutkan:

    عن بريدة الأسلمي رضي الله عنه عن النبي – صلى الله عليه وسلم قال :بشِّرِ المشَّائين في الظُّلَم إلى المساجد بالنور التام يوم القيامة

    Dari Buraidah al-Aslami radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

    3. Mendapatkan ganjaran shalat malam sepenuh waktunya.

    Bisakah kita melakukan shalat malam atau tahajud sepenuh malam? Tentu sangat sulit dengan beragam aktivitas siang hari yang juga harus kita kerjakan. Namun demikian, pahala melakukan shalat malam sepenuh waktu malam ternyata bisa kita dapatkan dengan melakukan shalat Subuh secara berjamaah, dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam disebutkan:

    مَن صلى العشاء في جماعة، فكأنما قام نصف الليل، ومن صلى الصبح في جماعة، فكأنما صلَّى الليلَ كلَّه

    “Barang siapa yang melakukan shalat Isya berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan shalat setengah malam. Barang siapa yang melakukan shalat Subuh berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan shalat malam sepanjang waktu malam itu.”(HR. Muslim, dari Utsman bin Affan Radhiallahu ‘anhu)

    4. Berada dalam jaminan AllahTa’ala.

    Artinya, orang yang melaksanakan shalat Subuh dengan sempurna, antara lain dengan melaksanakannya berjamaah, maka dia berada dalam jaminan dan perlindungan Allah Azzawajalla., dengan begitu, siapa yang berada dalam perlindungan Allah, orang itu tidak boleh disakiti, orang yang berani mencelakakannya terancam dengan azab yang pedih, sebab dia telah melanggar perlindungan yang Allah berikan kepada orang tadi, dalam haditsnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

    مَن صلَّى الصبح، فهو في ذمة الله، فلا يَطلُبَنَّكم الله من ذمَّته بشيء؛ فإن من يطلُبهُ من ذمته بشيء يدركه، ثم يَكُبه على وجهه في نار جهنم

    “Barang siapa yang melaksanakan shalat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan sampai Allah menuntut kalian sesuatu apa pun pada jaminan-Nya. Karena barangsiapa yang Dia tuntut pada jaminan-Nya, pasti Dia akan mendapatkannya. Kemudian dia akan ditelungkupkan pada wajahnya di dalam Neraka.” (HR. Muslim, dari Jundubibn Abdillah al-Bajali Radhiallahu ‘anhu)

    Wallahu’alam. 

    (semoga artikel ini dapat memberikan semangat tinggi, untuk kita umat islam. Umat nya nabi besar baginda MUHAMMAD SAW. untuk lebih ditingkatkan lagi dan lagi, keimanan, ketaqwaan dan ketaatan kita kepada sang pencipta ALLAH SWT.untuk menjalankan segala perintah nya. Khusus nya dalam masalah shalat. yaitu shalat shubuh). 

    Sekian dan terimakasih

                          | wassalamualaikum wr wb |
    Find LIKE and Follow me on

    Facebook

    Instagram

    Twitter

    Kritik dan saran dapat sahabat sampaikan via :

    E-Mail

    Keistimewaan dan keajaiban shalat dhuha

    Penulis :  MwMaulidan / 07:06 jumaah al mubarakah 5 Mei 2017-


                    | Assalamualaikum wr wb sahabat |
     • BEGITU BESAR KEISTIMEWAAN SHALAT DHUHA

       Shalat dhuha

              Sholat dhuha merupakan sholat yang dilakukan setelah terbit matahari hingga menjelang masuk waktu dzuhur. Waktunya dimulai saat matahari nampak terlihat kurang lebih setinggi tombak dan berakhir hingga tergelincir matahari (waktu Dzuhur). Untuk jam nya sekitar pukul 07.00-10.00 waktu setempat. Hukum sholat dhuha adalah sunah muakkad. Oleh karena itu, siapa saja yang ingin mendapatkan pahala dan keutamaannya, silahkan mengerjakan sholat dhuha. Kalau pun tidak mengerjakannya, maka tidak akan berdosa.
    Ada banyak sekali keutamaan sholat dhuha. Semua keutamaan tersebut bisa kamu temukan di beberapa hadits Rasulullah SAW. Adapun keutamaan mengerjakan sholat dhuha adalah sebagai berikut.

    Fi1

    Sholat Dhuha adalah Sedekah

    Rasulullah pernah menjelaskan bahwa sholat dhuha merupakan salah satu bentuk sedekah orang muslim. Penjelasannya ini terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Bunyi haditsnya adalah sebagai berikut.
    “Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, menyuruh kebaikan merupakan sedekah, dan mencegah kemungkaran merupakan sedekah. Dan semua itu bisa disetarakan dengan mengerjakan Sholat Dhuha dua rakaat”. (H.R Muslim dari Abu Dzar)
    Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW menjelaskan kembali bahwa sholat dhuha adalah sedekah. “Dalam diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh ruas tulang, hendaklah ia mengeluarkan satu sedekah untuk setiap ruas itu. Para sahabat bertanya, ‘Siapa yang mampu mengerjakan hal tersebut wahai Nabi Allah?’ Nabi berkata, ‘Dahak di masjid yang engkau pendam, suatu aral yang engkau singkirkan dari jalan. Jika kamu tidak mendapatkan sesuatu yang sepadan, maka cukuplah bagimu sholat Dhuha dua rakaat”. (H.R. Abu Daud dan Ahmad dari Abu Buraidah)
    2

    Sholat Dhuha sebagai Simpanan Amal Cadangan

    Salah satu keutamaan sholat sunah adalah untuk menyempurnakan kekurangan sholat wajib. Selain itu, sholat sunah juga bermanfaat sebagai simpanan amal cadangan yang bisa menyempurnakan kekurangan sholat fardhu (wajib). Salah satu contoh sholat sunah seperti sholat tahajjud, sholat istikharah, dan masih banyak yang lainnya.
    Nah, keutamaan sholat dhuha pun demikian. Sholat dhuha bisa dijadikan sebagai simpanan amal cadangan yang bisa kamu dapat pahalanya di hari akhir. Rasulullah SAW menjelaskan dalam haditsnya; “Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Jika benar (sholatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan jika rusak (sholatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada sholat wajibnya, maka Allah berfirman, ‘Perhatikanlah, jikalau hamba-Ku memiliki sholat sunah maka sempurnakanlah dengan sholat sunahnya sekadar apa yang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat, barulah amalan lainnya.” (H.R. Ash-habus Sunan dari Abu Hurairah RA)
    3

    Ghanimah (Keuntungan) yang Besar
    Sholat dhuha memiliki keutamaan salah satunya adalah di dalamnya terdapat keuntungan yang besar. Hal ini terlihat dari penjelasan hadits Rasulullah SAW yang berbunyi “Barangsiapa sholat Dhuha 2 rakaat, ia tidak akan termasuk golongan pelupa/lalai. Barangsiapa sholat Dhuha 4 rakaat, akan dimasukkan kepada golongan orang-orang yang taubat (kembali kepada Allah). Barangsiapa sholat Dhuha 6 rakaat, akan dicukupi kebutuhannya hari itu. Barangsiapa sholat Dhuha 8 rakaat, termasuk golongan hamba-hamba yang patuh. Dan barangsiapa sholat Dhuha 12 rakaat maka Allah akan membangun baginya rumah di surga”. (H.R. Thabrani dari Abu Darda’)
    4

    Tercukupi segala kebutuhan Hidupnya

    Orang yang rajin mengerjakan sholat dhuha karena Allah akan diberikan kelapangan rezeki oleh-Nya. Dalam hadits Qudsi dari Abu Darda’ Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman: “Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat Dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari”. (H.R. Tirmidzi)
    5

    Memperoleh Pahala Haji dan Umrah

    Keutamaan lain dari sholat dhuha adalah menmperoleh pahala haji dan umrah bagi siapa saja yang mengerjakannya. Dalam hadits dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang sholat shubuh berjamaah kemudian duduk berzikir untuk Allah hingga matahari terbit kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan sholat dhuha dua rakaat, maka baginya seperti memperoleh pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya”. (H.R. Tirmidzi)
    6

    Diampuni Semua Dosanya meskipun Sebanyak Buih di Laut
    Orang yang sering mengerjakan sholat dhuha, Allah akan mengampuni semua dosanya walaupun sebanyak buih di laut. Dalam hadits yang bersumber dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menjaga sholat dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan”. (H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
    7

    Dibangunkan Istana di Surga
    Keutamaan yang terdapat dalam sholat dhuha sangatlah banyak dan istimewa. Adapun salah satu keutamaannya adalah Allah akan membangunkan istana di surga bagi orang yang sering mengerjakan sholat dhuha. Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa sholat Dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangun baginya istana dari emas di surga”. (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
    8

    Do’a Sholat Dhuha
    Setelah mengerjakan sholat, pastinya kamu akan berdo’a dulu. Adapun untuk do’a sholat dhuha adalah sebagai berikut:
    اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
    “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.
    Demikian penjelasan mengenai keutamaan-keutamaan sholat dhuha (masih banyak keutamaan-keistimewaan-keajaiban dan (RAHASIA KEISTIMEWAAN DAN KEAJAIBAN SHALAT DHUHA YANG TIDAK TERHITUNG DAN TERJUMLAH BESAR NYA). 

    semoga bermanfaat dan terimakasih. 

    Temukan / find me on Muhammad willdan maulidan social media’s

    Find Like and Follow on 

    Facebook

    Instagram

    Twitter 

    saran dan kritik dapat sahabat sampaikan via 

    E-Mail

    KEISTIMEWAAN DAN KEAJAIBAN PUASA DI BULAN RAMADAN (Hikmah dan keutamaan nya)

                          

                                  Assalamualaikum wr.wb



    FIQIH PUASA  (pengertian puasa)

             Sahabat tentu sudah terbiasa menjalankan ibadah puasa bukan, Tetapi apakah sahabat paham bagaimana hukum nya??!  Di dalam bahasa arab, puasa itu disebut (SHAUM ATAU SHIYAM). yang arti nya adalah (MENAHAN DIRI DARI SEGALA RUPA MAKANAN DAN MINUMAN) dengan niat berpuasa sejak dari terbit fajar hingga terbenam matahari. 

    APA SIH HIKMAH & KUTAMAAN PUASA ITU??!

             Mungkin ada diantara sahabat yang bertanya,  mengapa kita harus berpuasa? Buat apa menahan haus dan lapar dari terbit fajar hingga terbenam matahari? 

             Sekarang, marilah kita mengungkap beberapa hikmah dan keutamaan puasa, semoga dengan mengetahui hikmah ini, sahabat akan lebih giat lagi menjalankan ibadah puasa. 

    1. (TAZKIYATUNNAFS) yakni membersihkan jiwa dari sifat sifat dusta, dengki, berkata kotor, menahan diri dari makan minum yang tidak halal, dan sebagai nya. 

    2. (MENYEHATKAN BADAN) ini adalah fakta, (yang ada kaitan nya dengan perut [TENTU]). Penyakit perut atau hal hal yang berhubungan dengan perut, merupakan jenis penyakit yang paling banyak di derita manusia, dan puasa dapat mengistirahatkan alat alat pencernaan di dalam perut kita.  Puasa juga mampu mencegah meluasnya penyakit kulit, saat puasa. Sel sel kulit mengerut karena sedikit nya kandungan air di dalam nya. jadi, semakin kecil kemungkinan penyakit berpindah dari satu sel ke sel yang lain, termasuk manfaat puasa bagi kulit ialah menghilangkan flek flek hitam wajah dan memperhalus kulit. 

    3. (MENDIDIK SABAR) sahabat dilatih bersabar menahan lapar, padahal di rumah sahabat banyak sekali berbagai atau jenis makanan yang tersedia di rumah sahabat, sahabat latih bersabar menahan marah meski mampu melampiaskan nya. 

    4. (MEMBANGKITKAN RASA KEBERSAMAAN ) dengan merasakan lapar, diharapkan sahabat dapat merasakan penderitaan orang orang yang setiap hari menahan lapar, orang orang yang kurang mampu yang tidak memiliki cukup uang untuk membeli nasi (MAKANAN) apalagi mengkonsumsi makanan enak lain nya.

    5. (PUASA DAPAT MEMBERIKAN SYAFA’AT ATAU PERTOLONGAN KEPADA PELAKU NYA PADA HARI KIAMAT) pada hari kiamat yang begitu dahsyat dan menakutkan, setiap orang butuh pertolongan, tetapi tidak semua manusia mendapatkan nya, nah, nah dengan begitu puasa akan memberikan syafa’at kepada pelaku nya di saat hari kiamat, bagi orang orang yang senang berpuasa disediakan pintu khusus oleh (ALLAH SWT) untuk masuk (SURGA) yang nama nya itu ialah (AR-RAYYAN).

    6. puasa dapat mengantarkan kepada pelaku nya kepada derajat (MUT’TAQIN) atau TAQWA seperti yang dikehendaki oleh (ALLAH AWT) Melalui firman nya. 

    yang arti nya :

     “wahai orang orang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu,  agar kamu bertaqwa.” ( Q. S AL-BAQARAH [2]: 183).

    •  LALU,  TAHUKAH SAHABAT, APA ARTI TAQWA ITU?? 

             Ya,  taqwa ialah menjalankan perintah perintah (ALLAH SWT) dan menjauhi segala larangan larangan nya,  perintah dan larangan (ALLAH SWT) sangat banyak. Bagi sebagian besar manusia, menjalankan perintah nya atau menjauhi larangan nya sama sama berat, perlu latihan yang serius dan (continue) agar terasa mudah mengamalkan nya. Nah ,sahabat yang insya allah dirahmati oleh (ALLAH SWT). Ibadah puasa merupakan latihan paling efektif dan efisien untuk menjadikan manusia kembali kepada jalan yang benar dan (BERTAQWA KEPADA ALLAH SWT). 

    ( kita berdo’a kepada allah swt, semoga kita dapat menjadi orang orang yang selalu ada dalam jalan diridhai (BENAR) dan menjalankan perintah allah swt dan menjauhi segala larangan nya, dan semoga dapat menjadi orang orang yang yang penuh dengan (KETAQWAAN) AMIN AMIN YA RABBAL ALAMIN. 

    • HAL HAL YANG DAPAT DAN TIDAK MERUSAK PUASA, AKAN TETAPI SERING DIANGGAP MEMBATALKAN :

    Fatwa dari (Syaikh Ibnu Bazz rahimahullah)

    Soal: Apabila orang yang berpuasa bermimpi basah pada siang Ramadlan, puasanya batal ataukah tidak? Lalu apakah dia wajib bersegera mandi?

    Jawab: Mimpi basah tidak membatalkan puasa karena bukan pilihan (keinginan) orang yang berpuasa itu dan dia wajib mandi janabah. Dan apabila dia melihat air (basah) maka itu adalah mani. Kalau dia bermimpi basah setelah shalat Shubuh lalu mengakhirkan mandinya sampai waktu shalat Dzuhur, maka tidak apa-apa (tidak merusak puasanya). Begitu juga kalau dia berhubungan dengan istrinya dan tidak mandi melainkan sesudah terbit fajar, maka dia tidak berdosa dalam hal itu. Terdapat keterangan jelas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau pernah masih dalam keadaan junub pada pagi hari karena bersetubuh dengan istrinya, lalu beliau mandi dan berpuasa. Begitu juga bagi wanita haid dan nifas, kalau mereka sudah suci pada malam hari dan belum mandi kecuali sesudah terbitnya fajar, maka keduanya tidak berdosa dan puasanya sah. Tetapi, tidak boleh bagi mereka berdua dan juga orang junub untuk mengakhirkan mandi atau shalat sampai terbitnya matahari. Bahkan mereka semua wajib bersegera mandi sebelum terbit matahari sehingga bisa menunaikan shalat Shubuh pada waktunya.

    Dan bagi laki-laki untuk bersegera mandi janabat sebelum shalat shubuh sehingga memungkinkannya untuk melaksanakan shalat dengan berjama’ah.

    Soal: Dalam kondisi berpuasa saya tidur di masjid dan ketika bangun saya dapati diri saya mimpi basah. Apakah mimpi itu mempengaruhi puasaku? Perlu diketahui juga bahwa saya tidak mandi dan shalat tanpa bersuci. Pada waktu lain kepala saya pernah tertimpa batu, darah mengalir dengan deras, apakah saya boleh tidak berpuasa karena darah itu? Dan berkaitan dengan muntah, apakah itu merusak puasa atau tidak?

    Jawab: Mimpi basah tidak merusak puasa, karena bukan dari pilihan (kesengajaan) seorang hamba. Tapi dia wajib mandi janabat apabila keluar mani. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditanya tentang hal itu menjawab bahwa bagi orang yang mimpi basah wajib mandi apabila mendapati air, yakni mani. Dan kondisi Anda yang shalat tanpa mandi terlebih dahulu, itu kesalahan dari dirimu dan bentuk kemungkaran yang besar. Maka Anda wajib mengulangi shalat sambil bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan batu yang mengenai kepada Anda sehingga darah banyak keluar, tidak membatalkan puasa. Dan muntah yang keluar tanpa Anda sengaja, tidak membatalkan puasa anda berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

    ( مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَمَنْ اسْتَقَاءَ فَلْيَقْضِ )

    “Barangsiapa yang terdesak muntah, maka tidak ada qadha’ baginya; dan barangsiapa sengaja muntah, maka hendaklah ia mengqadha’.” (HR. Ahmad dan Ahli Sunan dengan sanad yang shahih)

    TIPS SEGALA MENJAGA DAN MENJAGA :

    Wallahu’alam. 

     INTI DAN INFORMASI :

    ( KEISTIMEWAAN DAN KEAJAIBAN BERPUASA)
    TAHUKAH KALIAN SAHABAT 



             Menurut hasil penelitian di (UNIVERSITAS OSAKA JEPANG) pada tahun 1930. Setelah memasuki hari ke-7 berpuasa,  jumlah sel darah putih di dalam darah orang orang yang berpuasa meningkat, pada minggu pertama, hari ke-1 sampai hari ke-6. Tidak ditemukan pertumbuhan sel darah putih, namun, pada hari ke-7 sampai hari ke-10. Penambahan sel darah putih meningkat pesat, penambahan sel darah putih ini secara otomatis meningkatkan (KEKEBALAN TUBUH, wahhh…  MASYA ALLAH, SUNGGUH LUUARR BIASA). sel sel darah putih ini berfungsi melawan peradangan yang ada dalam (TUBUH) sehingga banyak penyakit radang yang dapat disembuhkan dengan berpuasa. 

    Nah, sekarang sahabat sudah banyak mengetahui tentang pengertian,  arti dan hikmah puasa, sebagai penutup ( SAHABAT, AYOO TANAMKANLAH NIAT DI DALAM HATI UNTUK MELAKUKAN PUASA RAMADAN, DARI AWAL HINGGA AKHIR MULAI TAHUN INI). niatkan untuk sedikit sedikit mengamalkan puasa sunnah, jangan lupa perhatikan, syarat dan rukun nya,  agar puasa kita berpahala di sisi (ALLAH SWT) AMIN AMIN YA RABBAL ALAMIN. 

    ( JANGAN LUPA YA SAHABAT, UNTUK LEBIH AFDHOL NYA. BELAJAR YA KEPADA ORANG ORANG YANG BERILMU seperti kepada ( ustadz, kiyai atau santri) Untuk mendapatkan tuntunan (bimbingan) dan pencerahan, untuk lebih afdhol nya).

    sekian dan terimakasih

    wassalamualaikum wr.wb


    Follow me :

    FIND ME ON :My official twitter 

    and join with me on :My original facebook

    LIKE Facebook page :It’s Official facebook page MwMaulidan